Tersesat
Ternyata tak perlu kehutan untuk tersesat, bola matamu menawarkan segalanya; pohon-pohon pinus, karet, nenas, kopi, bukit-bukit, bau hujan, sungai dan jembatan juga hamparan sawah menghijau seperti warna kesukaanmu.
ternyata benar bahagia itu sederhana, dibonceng kamu misalnya.
meski aku tak tahu akan kemana motor membawa kita,
meski aku juga tak tahu berapa bahaya lagi menunggu kita,
aku tak takut, karena kau ada; aku percaya padamu.
jadi, kapan lagi kau mau tersesat berdua?
By : ian pwezi
ternyata benar bahagia itu sederhana, dibonceng kamu misalnya.
meski aku tak tahu akan kemana motor membawa kita,
meski aku juga tak tahu berapa bahaya lagi menunggu kita,
aku tak takut, karena kau ada; aku percaya padamu.
jadi, kapan lagi kau mau tersesat berdua?
By : ian pwezi

Posting Komentar untuk "Tersesat"