Cerpen "Menemukan Takdir"
Aku rasa, kita bukan beruntung
Hanya pandai mensyukuri takdir Tuhan yang
mengarahkan kita untuk bertemu satu sama lain.
Atau mungkin, kita memang beruntung
Mau melepas masa lalu yang menyakitkan
untuk saling membahagiakan setelahnya.
Aku memintamu untuk menetap,
hanya karena tak ingin besar kepala,
Kemungkinan untuk kamu meninggalkan aku akan tetap ada.
Entah setelah kamu menemukan yang lebih baik, atau yang lebih pintar.
Aku memintamu jangan pergi,
bukan hanya untuk ragamu, melainkan juga hatimu.
Karena siapapun bisa menjaga raganya tetap di sisi,
meski hatinya sedang sibuk singgah entah kemana.
Tapi,
mari saling jaga
agar guratan Tuhan tak jadi sia-sia.

Posting Komentar untuk "Cerpen "Menemukan Takdir""